🌍 1. Amerika Serikat
Bursa utama di AS tertekan tajam setelah serangan dan eskalasi konflik. Indeks seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun signifikan di sesi awal perdagangan. Dow Jones sempat anjlok lebih dari 1.000 poin dalam satu sesi akibat kekhawatiran pasar terhadap geopolitik dan harga energi yang melonjak. (New York Post)
Investor juga memilih beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas, dolar AS, dan obligasi, sementara saham sektor teknologi dan konsumen melemah. (The Economic Times)
📉 2. Eropa
Indeks saham Eropa, seperti STOXX 600, CAC 40 (Prancis), DAX 30 (Jerman), dan FTSE 100 (Inggris) semua terkoreksi cukup tajam, dengan penurunan rata-rata antara 1,8 % hingga 3 %. Indeks sektor energi dan pertahanan sempat menguat, tetapi sektor lain merosot karena sentimen risiko. (mint)
📉 3. Asia
Pasar saham di Asia juga jatuh, termasuk Kospi (Korea Selatan) yang turun lebih dari 6 %, serta Nikkei 225 (Jepang) dan Hang Seng (Hong Kong) yang melemah karena kekhawatiran terhadap pertumbuhan dan kenaikan harga minyak. (Pengendalian uang)
Dampaknya terasa kuat karena banyak negara Asia bergantung pada impor energi, sehingga harga minyak yang naik mengancam inflasi dan pertumbuhan ekonomi regional. (mint)
📉 4. Negara Asia Tenggara
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia tertekan signifikan selama beberapa hari pasar bergejolak. IHSG sempat:
Turun sekitar 2,65 % ke level 8.016, dengan aksi jual besar oleh investor. (Media Indonesia)
Dibuka anjlok 2 % di awal perdagangan saat konflik meningkat. (Investing.com Indonesia)
Sehari berikutnya juga mencatat pelemahan lanjutan akibat kekhawatiran global. (Keuangan IDN)
Sektor saham konsumer dan industri cenderung melemah, sementara saham energi justru menguat karena harga minyak meroket. (IDN Financials)
📉 5. Pasar Saham Timur Tengah
Bursa di kawasan Teluk juga mengalami gejolak, dengan beberapa pasar bahkan menghentikan sementara perdagangan untuk mengurangi tekanan harga saham di tengah ketidakpastian ekstrem. (The Times of India)
📊 Tema Utama Respons Pasar
✅ Flight to safety (alih ke aset aman) – investor banyak menjual saham berisiko dan beralih ke aset aman seperti emas, dolar AS, dan obligasi. (The Economic Times)
✅ Volatilitas tinggi – pasar menjadi sangat fluktuatif karena berita perang yang terus berubah, makanya banyak indeks melemah tajam lalu sedikit rebound. (Investing.com)
✅ Pertumbuhan sektor energi & pertahanan – saham perusahaan minyak serta industri pertahanan justru naik karena permintaan aset yang diuntungkan oleh situasi konflik. (mint)
Pasca konflik Iran–Amerika Serikat berkembang menjadi konfrontasi militer besar, bursa saham global turun signifikan, terutama di AS, Eropa, dan Asia. Bursa di negara-negara energi produsen justru menunjukkan kekuatan relatif, sementara pasar di kawasan konflik dan negara yang tergantung pada energi impor mengalami tekanan paling besar. Risiko geopolitik dan harga energi yang tinggi menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan investor di pasar modal saat ini. (New York Post)